Translate

Minggu, 18 Januari 2026

KONI Jember Pantau Serius Persiapan PDBI Menuju Porprov 2027


  
JEMBER – Derap langkah dan denting alat musik bergema dari GOR PKPSO Kaliwates, Minggu (18/1/2026). Di balik irama yang terdengar disiplin itu, tersimpan mimpi besar para atlet Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Jember untuk mengharumkan nama daerah pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Hari itu, Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jember hadir melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kesiapan PDBI Jember. Kehadiran KONI bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk keseriusan dalam memastikan pembinaan atlet berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Sebanyak 36 atlet muda mengikuti tahapan persiapan training center (TC). Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SMP, SMA hingga mahasiswa. Dari jumlah tersebut, nantinya akan diseleksi sesuai kebutuhan formasi inti, yakni 11 atlet putra dan 11 atlet putri yang diproyeksikan tampil di Porprov 2027.

Proses pembinaan PDBI Jember saat ini ditangani oleh satu pelatih utama dari Surabaya yang didukung tiga asisten pelatih lokal asal Jember. Kolaborasi ini diharapkan mampu memadukan pengalaman nasional dengan pemahaman karakter atlet daerah.
Namun di balik semangat latihan, masih terdapat tantangan yang dihadapi. Hingga kini, PDBI Jember belum memiliki tempat latihan permanen. GOR PKPSO Kaliwates masih menjadi lokasi sewa untuk latihan rutin. Sementara untuk menunjang latihan fisik, para atlet memanfaatkan runway di Jember Sport Garden (JSG) untuk latihan jalan cepat serta baris-berbaris demi menjaga kekompakan dan stamina.

Kebutuhan pembiayaan juga menjadi perhatian utama. PDBI Jember harus mempersiapkan diri untuk mengikuti 14 mata lomba, yang masing-masing membutuhkan peralatan dan kostum berbeda. Belum lagi kebutuhan aransemen musik, desain manuver, serta penyesuaian tema penampilan agar tampil maksimal dan kompetitif.

“Kualitas alat sangat mempengaruhi performa. Semakin baik alat yang digunakan, semakin maksimal pula musik dan visual yang dihasilkan,” ungkap salah satu pelatih di sela latihan.
Ke depan, PDBI Jember berharap adanya dukungan lebih, baik berupa insentif bagi atlet dan pelatih, maupun pemenuhan kebutuhan vitamin dan asupan nutrisi yang memadai. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga kebugaran dan daya tahan atlet di tengah intensitas latihan yang tinggi.

Dalam kegiatan monitoring ini, KONI Jember juga membuka ruang diskusi dan bertukar masukan bersama Rizki Setiabudi selaku Manajer PDBI Jember, yang didampingi Tri Basuki dari Jember Marching Band. Berbagai catatan strategis disampaikan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan ke depan.

Monitoring ini menjadi penanda bahwa langkah menuju Porprov 2027 telah dimulai. Dengan pembinaan serius, dukungan berkelanjutan, serta sinergi antara KONI, pelatih, dan atlet, PDBI Jember optimistis mampu mengubah irama latihan hari ini menjadi prestasi gemilang di panggung provinsi mendatang. ( Aries Bawono) 

Kamis, 28 Juni 2012

BBJ Menuai Pro Dan Kontra

Jember, Jember Online - Penyelenggaraan Bulan Berkunjung Ke Jember ( BBJ ) mulai menuai sikap pro dan kontra dari sebagian masyarakat Jember. Hal ini tersaji dalam diskusi budaya di Tugu Adipura alun - alun Jember selasa malam ( 26/6/2012 ).

Hadir beberapa tokoh masyarakat Jember dalam diskusi yang berlangsung gayeng malam itu seperti : Prof. Ayu Sutarto budayawan kota suwar suwir yang sekaligus sebagai pengantar acara. Kemudian ada penyair Syamsudin Adlawi yang juga wartawan Jawa Pos. Ada juga Miftahul Ulum wakil ketua DPRD Jember yang juga sebagai nara sumber.

Dalam pengantarnya, Prof. Ayu Sutarto menyampaikan bahwa dirinya adalah termasuk orang yang pesimis bahwa melalui Bulan Berkunjung Ke Jember akan bisa mengubah kota ini ketingkat yang lebih baik. Tetapi melihat animo masyarakat Indonesia bahkan dunia yang cukup antusias terhadap perhelatan Jember Fashion Carnival ( JFC ) yang menjadi andalan dari BBJ, pandangannya tersebut menjadi luntur. Beliau menyebutkan bahwa perhelatan JFC, kini telah menjadi salah satu ( dari tujuh ) karnaval jalanan terbaik di dunia. Diperkirakan tahun ini hadir kurang lebih 950 fotografer terbaik nasional dan Internasional. Bahkan untuk mencari hotel di Jember, Bondowoso pada saat gelaran JFC nanti sudah sangat susah. Ini menunjukkan bahwa Bulan Berkunjung Ke Jember melalui JFC bisa mengubah sebuah kota yang semula tidak diperhitungkan menjadi sangat penting bagi pecinta fashion dunia tambahnya. ( Aries )